SELAMAT DATANG,

SELAMAT MEMBACA KISAH SAYA.

TENTANG SAYA

Perkenalkan, saya Praditya Nafiis Muhammad. Lahir di Depok, 7 Juli 2000. Saya anak kedua dari dua bersaudara, saya mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Praditi Aufaa Khawarij yang sekarang sedang menempuh semester terakhirnya di Universitas Jenderal Soedirman.
Kami sekeluarga tinggal di kota sejuk yang penuh dengan angkot, Kota Bogor. 18 tahun lamanya kami tinggal, tumbuh, dan berproses di Bogor membuat kami terbiasa dengan udara dingin. Ketika saya harus tinggal di Surabaya membuat saya harus beradaptasi dengan udara Surabaya yang sangat berbeda dengan udara Bogor.
Lahir dan tinggal di Jawa Barat tidak membuat saya ingin dikenal sebagai orang Sunda karena saya tidak bisa berbahasa Sunda, saya tetap ingin dikenal sebagai orang keturunan Jawa. Walaupun saya tidak terlalu bisa berbahasa Jawa, namun saya yakin dengan 3 tahun tinggal di Surabaya maka kemampuan misuh berbahasa Jawa saya akan bertambah.

PENDIDIKAN

Sekolah Dasar
SD Bina Insani Bogor (2006 - 2012)

Mengawali pendidikan dasar di SD Bina Insani Bogor. Sekolah "bernapaskan" islam, begitu katanya. Tidak suka pelajaran IPA, namun suka pelajaran TIK. Sangat senang bermain futsal bersama teman-teman satu kelas, jam pelajaran olahraga merupakan saat yang paling ditunggu. Dan pernah bolos tidak ikut salat zuhur berjamaah di masjid hingga akhirnya ketahuan guru.

Sekolah Menengah Pertama
SMP Bina Insani Bogor (2012 - 2015)

Sempat ditolak beberapa sekolah menengah pertama negeri, mungkin karena nilai ujian nasional yang kurang mencukupi dan hasil tes yang tidak terlalu baik. Akhirnya saya masuk ke SMP Bina Insani Bogor, kembali masuk ke sekolah swasta yang sama. Sangat-sangat hobi paskibra saat SMP, masa-masa SMP saya penuh dengan latihan paskibra, hari Jumat adalah hari yang sangat ditunggu karena ada ekskul paskibra pada sore harinya. 2 kali mengikuti lomba ketangkasan pengibaran bendera merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga bagi saya, walaupun harus dibayar dengan kulit yang semakin menghitam.

Sekolah Menengah Kejuruan
SMK Negeri 1 Cibinong - Rekayasa Perangkat Lunak (2015 - 2018)

Pertama kali bersekolah di sekolah negeri, memberi banyak hal yang baru bagi saya. Pertama kali juga berkenalan dengan dunia pemrograman, dan berhasil membuat saya tertarik untuk menekuninya hingga saat ini.
3 tahun di sekolah ini saya lalui dengan sangat menyenangkan, mungkin karena apa yang saya jalani sesuai dengan minat saya. Sungguh tidak bisa membayangkan apabila dulu saya memilih masuk SMA, mungkin saya tidak bisa berprestasi dan berkembang.
Pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke negara Thailand selama 27 hari, mengajarkan saya bertahan hidup dengan menu makanan yang selalu sama setiap harinya, demi menjaga mulut ini dari makanan haram. Pengalaman yang sungguh berharga hidup di negeri orang.

Pendidikan Tinggi
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya - D3 Teknik Informatika (2018)

Coba perhatikan nama institusi di mana saya menjalani pendidikan tinggi, sudah pernah tahu? Iya memang kampus saya tidak begitu terkenal, namun bukan masalah bagi saya karena saya sudah terlanjur cinta dengan kampus ini, cinta dengan segala kekurangan yang ada di dalamnya. Satu setengah semester yang sudah terlewati rasanya cepat sekali, sebentar lagi saya akan punya adik di sini. Kembali lagi, karena saya menjalagi apa yang menjadi minat saya maka kegiatan perkuliahan di kampus ini selalu berjalan dengan menyenangkan.

KOTA BOGOR

Kota Bogor dengan hujan yang turun setiap sorenya, selalu membuat saya rindu dan bertanya kapan saya akan pulang lagi. Membuat saya selalu menunggu waktu kepulangan saya ke kota ini lagi. Dengan semua kesemrawutan angkot yang ada di dalamnya, yang selalu membuat saya emosi ketika angkot berhenti tanpa menyalakan lampu sein, tidak mempengaruhi kecintaan saya terhadap kota ini.
Kota yang membentuk karakter saya, kota yang mengajarkan saya bahwa segala sesuatu yang kita inginkan harus dilalui dengan perjuangan yang tidaklah mudah. Saya pernah merasakan kerasnya trotoar Jalan K.H. Sholeh Iskandar, jalan yang selalu saya lewati selama sembilan tahun lamanya. Kejadian itu terukir indah di kepala saya, meninggalkan bekas 19 jahitan di kepala saya. Bekas jahitan itu selalu menjadi motivasi saya, bahwa masih banyak orang yang cinta dan peduli terhadap saya, sehingga masih banyak cita-cita yang harus saya capai demi orang-orang tersebut.

KOTA SURABAYA

Kota Surabaya dengan matahari yang bekerja terlalu serius. Hanya butuh waktu satu minggu bagi saya untuk dapat mencintai kota ini, dengan matahari, cuaca, udara, dan segala keramahan warga Surabaya. Memilih kota ini sebagai tempat saya menjalani pendidikan tinggi sepertinya merupakan pilihan yang tepat, saya sangat menikmati kehidupan saya di kota ini.
Berpisah dengan orang tua dan hidup sebagai anak kos merupakan sebuah pilihan yang saya ambil di saat teman-teman saya yang lain tetap berada di zona nyamannya. Hidup seorang diri di kota ini memberikan saya banyak pengalaman tentang bagaimana mengatur hidup dan diri sendiri, memberikan saya pengalaman tentang bagaimana menyelesaikan segala masalah seorang diri. Benar-benar memberikan saya bekal untuk kehidupan selanjutnya. Saya sangat bersyukur telah diberikan kesempatan untuk dapat kuliah di kota ini.

MEDIA SOSIAL

Temukan dan ikuti media sosial saya di :